
Marhaban Ya Ramdhan Agustus 20, 2009
Mereka Juga Berpuasa

Bintang-bintang muslim di klub-klub besar Eropa kerap menjadi pusat pemberitaan saat bulan Ramadhan tiba setiap tahun. Apakah mereka berpuasa selama bulan suci tersebut? Pertanyaan itu yang senantiasa muncul mengingat sebagai pemain profesional mereka dituntut harus selalu dalam kondisi prima.
Untuk diketahui, bulan puasa yang jatuh pada September dan Oktober tahun 2007 ini, masa edar matahari di kawasan Eropa jauh lebih lama dibanding dengan di wilayah tropis. Di Eropa, matahari terbit sekitar pukul 05.00 pagi dan terbenam sekitar pukul 20.00. Itu bererti ibadah puasa relatif lebih panjang waktunya, dan tentu ini sangat berat bagi para pemain.
Berkaitan dengan kondisi itulah, baru-baru ini sejumlah media di Spanyol mengangkat berita tentang bagaimana pemain-pemain muslim di La Liga Spanyol menjalankan puasanya. Hal itu diangkat konon karena merebak isu beberapa klub membiarkan pemain muslim mereka berpuasa di hari pertandingan.
Tetapi isu itu tegas-tegas dibantah. Dokter-dokter di klub-klub elit seperti Real Madrid, Barcelona, Sevilla dan beberapa klub lainnya mengaku setiap pemain muslim memang diberi kebebasan untuk menuaikan kewajiban agamanya, termasuk menjalankan puasa. Namun sudah ada kesepakatan, mereka tidak dibolehkan berpuasa di hari di mana si pemain harus bertanding.
Di klub Barcelona, ada tiga pemain kunci yang memeluk Islam. Ketiganya adalah Yaya Toure, Eric Abidal dan Lilian Thuram. Banyak pendukung Barcelona yang ingin tahu apakah ketiga pemain kesayangan mereka itu berpuasa atau tidak selama Ramadan.
Yaya Toure, gelandang bertalenta besar yang diboyong dari Monaco seharga 10 juta euro pada musim panas lalu, mengatakan dirinya tetap menjalani rukun Islam, termasuk berpuasa. Dia mengaku berpuasa tidak menggangu penampilannya di lapangan. Hanya saja, di hari pertandingan dia tidak berpuasa. Utang puasa itu selalu dibayarnya pada bulan berikutnya atau saat liburan musim.
Dengan alasan keyakinan adalah masalah pribadi, pemain belakang Abidal dan Thuram yang sama-sama berasal dari Perancis enggan menjelaskan secara gamblang apakah mereka berpuasa atau tidak. Buat mereka menjalankan keyakinan, termasuk berpuasa adalah hak pribadi seseorang yang tak perlu diekspose. Tetapi Abidal, yang dibeli Barcelona dari Lyon seharga 15 juta Euro pada musim panas lalu, diketahui sebagai muslim yang taat. Dia terlihat selalu membawa Alquran dalam tasnya setiap kali ia pergi ke tempat latihan atau ke stadion pertandingan.
Di klub Real Madrid, pemainnya yang berpuasa adalah gelandang kunci Mammadou Diarra. Dia mengaku menjalankan puasa di bulan Ramadhan ini meski sering bolong-bolong. Seperti rekannya di Barcelona, Diarra tidak berpuasa di hari pertandingan.
Bintang Sevilla asal Mali, Frederick Kanoute, yang sudah tiga musim bermain di La Liga, mengaku puasa berpengaruh besar dalam meningkatkan penampilannya. “Mereka yang tahu Islam mengerti bahwa puasa itu menguatkan dan bukannya melemahkan Muslim,” kata Kanoute yang membuktikan diri sebagai salah satu striker terbaik di La Liga musim lalu dengan mencetak 20 gol.
Kanoute mengaku dia tidak mendapatkan tekanan dari klub terkait keyakinannya. Dia justru diberi kebebasan menjalankan ibadah. Selama Ramadhan ia menjalani puasa seperti biasa. Sebagai seorang muslim yang taat, dia selalu menyempatkan shalat lima waktu. Begitu taatnya sampai dia menolak memakai kostum klub yang disponsori oleh sebuah situs judi musim lalu.
Sementara gelandang Liverpool, Mohammed Sissoko, mengaku semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, termasuk menjalankan semua kewajiban dan ajaran Islam setelah dia selamat dari kecelakaan fatal di sebuah pertandingan sepakbola tahun lalu.
“Allah Maha Besar telah menyelamatkan mata saya. Saat itu semua orang berpikir saya mengalami cedera parah gegar otak. Kemungkinan besar saya akan kehilangan penglihatan,” tuturnya menceritakan tentang cedera di kepala yang dialaminya akibat terkena tendangan pemain Benfica pada pertandingan Liga Champions tahun lalu.
“Alhamdulillah, kini semuanya sudah baik. Itu semua karena belaskasih dari Allah Maha Besar. Saya tak ragu lagi. Buat saya Islam sangat penting. Setiap hari saya berdoa dan beryukur atas semua nikmat yang telah saya dapatkan,” ujar pemain yang lahir dan dibesarkan di Troyes pinggiran kota Paris ini.
Meski mulai menuai popularitas dan menjadi bagian penting dalam pertahanan Arsenal dan Pantai Gading, bek tengah Kolo Toure tak pernah lupa melaksanakan ibadah. Ia berusaha sebisa mungkin menyempatkan shalat lima waktu dan shalat Jumat. “Agama Islam menjadi bagian penting dalam kehidupan saya. Saya shalat semampu saya, ketika saya memiliki waktu untuk melakukannya. Termasuk saat berada di kamar ganti pakaian, saya berusaha untuk bisa tetap sujud,” ungkap pemain kelahiran Abidjan, ibu kota Pantai Gading ini
Namun, saat Ramadhan tiba seperti sekarang ini, kakak kandung bintang Barcelona Yaya Toure ini mengaku sering kesulitan berpuasa. “Ketika Ramadhan datang dan kami sedang memainkan pertandingan, saya tak melakukan ibadah rutin di bulan suci itu. Jika ingin melakukan yang terbaik bagi klub, saya perlu makan dan menjadi bertenaga. Allah pasti paham. Tentu saja Ia paham. Ia Maha Mengerti dan Pemurah,” tuturnya.
Mereka yang Berpuasa
Selain Zinedine Zidane, Thuram, Abidal, Kanoute, Sissoko, dan Toure bersaudara, ternyata ada sederet bintang sepakbola yang menjadi tulang punggung klub mapun timnas neegranya yang diketahui memeluk agama Islam. Siapa saja mereka?
Nicolas Anelka, pemain asal Perancis yang pernah bermain di Real Madrid, Arsenal, Liverpool dan kini memperkuat Bolton Wanderers ini adalah seorang mualaf. Dia pindah dari Kristen dan memeluk Islam dua tahun lalu ketika memperkuat klub Turki Fenerbahce. Sejak itu pula dia memiliki nama Islam, Abdul-Salam Bilal.
Seperti Anelka, bintang Perancis Franck Ribery yang kini bermain di Bayern Munich juga seorang mualaf. Dia mulai mendalami Islam saat memperkuat klub Turki Galatasaray beberapa tahun lalu. Ia kemudian masuk Islam setelah menikahi seorang gadis Perancis keturunan Maroko. Sebagai seorang muslim, dia selalu menengadahkan tangan ke langit sebelum berlaga di sebuah pertandingan.
“Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan. Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Dan akhirnya saya menemukan Islam,” katanya dalam sebuah wawancara di majalah Paris Match.
Zlatan Ibrahimovic, bintang paling bersinar di Seri A Italia ini memang lahir dari keluarga muslim. Dia lahir dan besar di Malmo, kota terbesar ke tiga di Swedia, dan tempat komunitas muslim paling besar di negeri itu. Ibra adalah imigran di Swedia dari ayah yang asli Bosnia dan Ibu keturunan Kroasia.
Robin van Persie, pemain asal Belanda yang kini menjadi andalan lini depan Arsenal. Dia diketahui beralih memeluk Islam sekitar dua tahun lalu mengikuti kepercayaan isterinya yang keturunan Maroko.
Siapa tak kenal sosok Lee Woon-Jae. Dia adalah kiper nomor satu Korea Selatan pada Piala Dunia 2002 dan Piala Asia 2007 lalu. Tak banyak yang tahu kalau dia satu-satunya pemain muslim di dalam skuad Korsel yang kebanyakan beragama Budha dan Kristen. Pemain kelahiran 26 April 1973 ini kini bermain di klub Suwon Samsung, Korea.
Mantan ketua Asosiasi Muslim Britania, Anas al-Tikriti, seperti dikutip dari IslamOnline.net, mengatakan popularitas dan kehidupan pribadi yang relatih baik dari para pemain muslim tadi ternyata berperan besar dalam meluruskan pemahaman keliru pihak lain tentang Islam selama ini.
“Para bintang itu bisa meluruskan konsep yang keliru dari kalangan luar tentang Islam, sekaligus menunjukkan kepada pihak lain keyakinan Muslim adalah sebuah jalan hidup,” ungkap Anas al-Tikriti. (RG) ***
Catatan: Tulisan ini diambil dari Majalan FreeKICK edisi Oktober 2007
Siswa Dibekali Materi Remaja dan Seks Pra Nikah Agustus 20, 2009

TAMANSARI – Ratusan siswa SMAN 1 Tamansari antusias menyambut propgram bidan masuk sekolah yang diselenggarakan P2SDM IPB bekerjasama UPTD Puskesmas wilayah Tamansari dan SMAN 1 Tamansari, Sabtu (24/5). Program bidan masuk sekolah yang mengangkat tema ‘pembekalan kepada siswa SMAN 1 Tamansari tentang reproduksi sehat bagi remaja’ diikuti pengurus Osis, MPK, dan Eskul, serta guru-guru SMAN 1 Tamansari.
“Dalam kegiatan tersebut, siswa dibekali materi tentang remaja dan seks pra nikah, reproduksi sehat, bahaya narkoba, pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR),” ujar koordinator pelaksana acara, Mimin Ruminsih.
Guru biologi SMAN 1 Tamansari tersebut menambahkan, program bidan masuk sekolah sangat bermanpaat bagi siswa, karena melalui kegtiatan tersebut, siswa dapat berkonsultasi tentang reproduksi sehat kepada ahlinya. “Banyak yang menganggap masalah reroduksi dan seks merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan, padahal masalah itu penting untuk diketahui oleh para remaja sebab sangat terkait dengan masalah kesehatan,” katanya.
Lebih jauh, Mimin menjelaskan, siswa dibekali dengan materi remaja dan seks pra nikah agar mereka mawas diri dan tidak terjerumus dalam prilaku asusila. “Siswa SMA masih labil dan biasanya cenderung untuk mencoba sesuatu yang baru, termasuk masalah seks, makanya kita berupaya mengantisipasinya dengan memberikan pemahaman tentang bahaya seks pra nikah,” katanya.
Sementara itu, kepala SMAN 1 Tamansari, Ayi Kosasih kepada Radar Bogor mengungkapkan, pihaknya menyambut positif langkah yang ditempuh P2SDM IPB bersama UPTD Puskesmas wilayah Tamansari yang membekali para remaja dengan pengetahuan reproduksi sehat dan seks. “Anak SMA banyak mempunyai problematika kesehatan, sehingga dengan adanya kegiatan tersebut, siswa dapat melakukan konsultasi dengan pakarnya,” kata Ayi.
Selain itu, kata dia, para siswa juga bisa memahami dampak positif dan dampak negatif tentang seksiologi. “Seks pra nikah, khususnya bagi usia muda banyak dampak negatifnya, seperti rawan kematian ibu saat melahirkan, dikucilkan dari sekolah, dari keluraga, di masyarakat, dan jika ditinjau dari aspek ekonomi, pasti mereka belum siap,” katanya.
Program bidan masuk sekolah, kata Ayi akan terus berlanjut. “Kebetulan SMAN 1 Tamansari merupakan binaan IPB dan kegiatan P2SDM IPB bersinergi dengan kegiatan PKPR Puskesmas, sehingga nantinya akan disiapkan ruang khusus di SMAN 1 Tamansari untuk tempat konsultasi kesehatan bagi siswa,” tandas Ayi. (rid)
www.radar-bogor.co.id
Puskesmas Buka Konsultasi Seks Agustus 20, 2009

TAMANSARI – Seks kini sudah bukan menjadi hal yang tabu lagi di Kecamatan Tamansari. Bagi remaja sekolah di Kecamatan Tamansari yang memiliki masalah reproduksi sehat, menstruasi dan seks kini bisa berkonsultasi langsung dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Wilayah Tamansari.
Konsultasi kesehatan remaja tersebut dikemas dalam program pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR). Untuk menyukseskan program itu, Puskesmas akan melakukan kerjasama dengan UPTD Pendidikan dan SMAN 1 Tamansari. Sebagai tahap awal, puskemas melayani para siswa SMA yang mau berkonsultasi seputar reproduksi sehat, menstruasi, dan seks di UPTD Puskemas Wilayah Tamansari.
Hal tersebut diungkapkan kepala UPTD Puskesmas Wilayah Tamansari, dr. Farini. “Masalah reproduksi, menstruasi, dan seks masih dianggap tabu untuk dibicarakan, padahal pengetahuan mengenai masalah tersebut sangat penting untuk diketahui sebab hal itu terkait dengan kesehatan perempuan,” ujar dr. Farini.
Alumunus kedokteran Universitas Indonesia (UI) itu menambahkan, terkadang remaja malu berkonsultasi kepada tenaga medis, makanya melalui PKPR, kita berharap agar para remaja mempunyai keberanian untuk berkonsultasi dengan dokter sebab kerahasiaan pasien tetap terjaga.
Agar pelayanan konsultasi kesehatan remaja berjalan maksimal, kata Farini, UPTD akan berkoordinasi dengan SMAN 1 Tamansari untuk menyiapkan ruang konsultasi khusus di SMAN 1 Tamansari. “Untuk sementara, konsultasi remaja dilayani di Puskesmas Tamansari, sebab tenaga kesehatan terbatas, namun untuk ke depannya, kita akan membuka ruang khsusus konsultasi kesehatan remaja di SMAN 1 Tamansari sebab sasaran kita adalah siswa SMA,” kata Farini.
Lebih jauh Farini menjelaskan, jika nantinya sudah ada ruang khusus konsultasi remaja di sekolah, maka pihaknya akan mengutus dokter untuk melayani konsultasi remaja sekali seminggu atau sebulan sekali. “Kalau ruang konsultasi sudah tersedia dan dokternya ada, maka kita siap melayani konsultasi kesehatan remaja di sekolah sekali sebulan,” tandas Farini. (rid)
www.radar-bogor.co.id
SMAN 1 TAMANSARI BOGOR GELAR SEMINAR REPRODUKSI SEHAT Agustus 20, 2009

18 June 2008
SMAN 1 TAMANSARI BOGOR GELAR SEMINAR REPRODUKSI SEHAT
Seminar dan Konsultasi tentang Reproduksi Sehat bagi Remaja dan Siswa SMA. yang diselenggarakan P2SDM LPPM IPB dalam Program Bidan Masuk Kelas bekerjasama dengan Yayasan Damandiri, telah menyentuh ke relung hati siswa-siswi, pengurus OSIS, MPK dan Eskul serta guru-guru SMAN 1 Tamansari Bogor. Seminar itu dilaksanakan akhir Mei tepatnya 24 Mei 2008 bertempat di Aula SMAN 1 Tamansari yang sejuk walaupun tanpa pendingin ruangan karena letak sekolah persis di kaki gunung Salak.
Penanggung jawab kegiatan dari P2SDM, Supriyono, SP bekerjasama dengan koordinator sekolah yang juga Guru Biologi SMAN 1 Tamansari, Dra. Mimin Ruminsih sengaja mengundang pembicara dari UPTD Puskesmas setempat karena baik sekolah maupun puskesmas berada satu wilayah kecamatan yang sama, sehingga memudahkan dalam koordinasi selanjutnya. Hadir pembicara dari puskesmas Tamansari antara lain dr. Farini yang juga Kepala UPTD Puskesmas, Bidan Ade Nurtikawati dan Bidan Nurbakti,
Pada pembukaan seminar, Drs. Ayi Kosasih, Kepala SMAN 1 Tamansari menyambut positif kegiatan ini khususnya prakarsa yang ditempuh P2SDM dan Yayasan Damandiri dalam rangka pelaksanaan program peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui kemitraan tahun 2007/2008. “ Anak usia SMA banyak mempunyai problematika yang berkaitan dengan kesehatan, sehingga dengan adanya kegiatan ini, siswa dapat berkonsultasi langsung kepada pakarnya” katanya. Selain itu, siswa mampu memahami dan membedakan dampak positif dan dampak negative tentang seks pra nikah.” Seks pranikah, khususnya bagi usia muda banyak dampak negatinya, seperti rawan kematian ibu muda saat melahirkan, dikucilkan dari sekolah, keluarga, masyarakat dan jika ditinjau dari aspek ekonomi, pasti mereka belum siap” paparnya.
Pada acara inti, ketiga pembicara dari Puskesmas Tamansari bergantian membekali siswa mengenai pengetahuan tentang remaja dan seks pra nikah, reproduksi sehat, bahaya narkoba dan pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR). Dalam setiap pemaparan materi, para siswa antusias mengikuti dan aktif bertanya. Bahkan karena sangat menariknya, waktu seminarpun melewati batas yang sebelumnya ditetapkan oleh panitia.
Bidan Ade dan Bidan Nurbakti jelaskan tentang alat reproduksi manusia dan fungsinya
Ibu Mia, demikian panggilan sehari-hari Dra. Mimin Ruminsih berharap melalui kegiatan ini para siswa memahami bahkan dapat berkonsultasi tentang reproduksi sehat kepada ahlinya ”Banyak yang menganggap masalah reproduksi dan seks merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan, padahal masalah ini penting untuk diketahui oleh para remaja khususnya para siswa, sebab berkaitan erat dengan masalah kesehatan”
Pada kesempatan yang sama, para siswa dibekali materi tentang remaja dan seks pra nikah agar mereka mawas diri dan tidak terjerumus dalam perilaku asusila, terlebih pada situasi globalisasi saat ini.” Siswa SMA pada umumnya masih labil dan cenderung mencoba sesuatu hal yang baru, termasuk masalah seks, makanya kita berupaya mengantisipasinya dengan memberikan pemahaman tentang akibat yang ditimbulkan pada seks pra nikah,” katanya.
Para siswa tengah mengikuti jalannya seminar dengan penuh perhatian
Dr. Ir. Illah Sailah, MS, Kepala P2SDM LPPM IPB mengharapkan bahwa Program Bidan Masuk Kelas ini tidak berhenti pada penyelenggaraan satu kali seminar saja, melainkan dilanjutkan dengan konsultasi kesehatan secara berkala. Atas ide yang bagus tersebut disepakati bahwa Konsultasi Kesehatan Reproduksi Sehat bagi Remaja dan Siswa akan dibuka pada setiap hari Sabtu minggu-minggu berikutnya dengan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa. Setiap hari Sabtu tersebut selama masa istirahat, bidan dari Puskesmas Tamansari secara bergantian akan ”ngantor” di Ruang UKS SMAN 1 Tamansari untuk membuka konsultasi khusus. Untuk itu, Kepala Sekolah dan koordinator sekolah serta para guru telah memberitahu siswa baik pada saat upacara bendera hari Senin atau sebelum memulai pelajaran untuk memanfaatkan waktu konsultasi tersebut dengan sebaik-baiknya serta dijamin kerahasiaan siswa dan masalahnya.(Supriyono-P2SDM-LPPM-IPB/H.NUR))
qSupriyono-P2SDM-LPPM-IPB/H.NUR))
Redaksi KBI Gemari : redaksikbi@gemari.or.id
Program ’Life Skill’ SMA I Tamansari Bogor Agustus 20, 2009
Kalau saat ini banyak Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengembangkan program ekstrakurikuler berbasis teknologi tinggi, mungkin SMA I Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang tetap pada komitmen untuk mengembangkan pendidikan life skill dalam bidang pertanian sesuai dengan kondisi daerahnya.
Menurut Dra Mimin Ruminsih, seorang Guru Biologi dan Pembimbing yang rajin dan tekun memotivasi siswa untuk terjun kebidang pertanian, untuk bisa sukses dalam hidup bidang pertanian juga menjanjikan hidup layak asalkan dijalankan dengan sungguh-sungguh tentunya ditopang dengan teknik pertanian modern.
Selain itu, anak-anak yang bersekolah di SMAN I Tamansari sebagian besar adalah anak-anak petani yang sudah mengerti benar tentang dunia pertanian. Bahkan, di sekitar halaman sekolah saja saat ini sudah berhasil dibudidayakan satu jenis pohon yang harga satu batang pohonnya mencapai jutaan rupiah.
“Dengan adanya program life skill yang dijalankan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam bidang peranian, kami langsung mengajukan 20 siswa untuk ikut program ini. Ada dua kegiatan life skills di SMAN Tamansari yaitu Budidaya Ulat Sutera dan Perbanyakan Tanaman secara Vegetatif (stek, cangkok, okulasi dan sambung) baik pada tanaman buah maupun bunga,” Dra Mimin.
Kegiatan Budidaya Murbei dan Ulat Sutera dilaksanakan di Pusat Penelitian Sutera Alam, University Farm IPB di Sukamantri Bogor. Garis besar tahapan prosesnya antara lain Budidaya Murbei (persiapan kebun, penyiapan dan penanaman stek batang, pemeliharaan dan panen daun), Budidaya Ulat Sutera pembuatan Rumah Ulat Kecil (RUK) dan Rumah Ulat Besar (RUB),
Penetasan Telur Ulat, Pemeliharaan Instar 1-3 di RUK, Pemeliharaan Instar 4-5 di RUB, Pengokonan di RUB, Panen Kokon, Pengeringan Kokon, Pemintalan dan Penenunan Benang Sutera.
Sebelumnya, kata Supriyono, salah seorang staf peneliti di Pusat Penelitian Sutera Alam University Farm IPB IPB, juga membina empat sekolah (SMAN Ciampea, SMAN 7 Bogor, SMA Pandu dan SMA. “Yang menarik dari kegiatan tersebut yaitu hampir dua pertiga proses budidaya ulat sutera ini, beliau beserta siswa-siswanya lebih banyak “bermain-main” dengan ribuan ulat yang berwarna putih bersih itu. Bahkan, pada saat presentasi pun beliau membawa serta beberapa ulat sutera, daun murbei dan kokon ulat suteranya.”
Tidak seperti pada ulat-ulat lainnya, ulat sutera ini harus dikondisikan sedemikian rupa seperti makanan, suhu, kelembaban, kebersihan kandang dan sanitasi pekerja, sehingga hasilnya dapat maksimal. Bukan hanya itu ulat sutra ini harus dihindarkan dari stres sehingga hasilnya bisa lebih bagus.
Bukan hanya itu, saat ini ulat sutra yang bagus belum bisa dibudidayakan di Bogor, tapi masih harus didatangkan dari Sulawesi Selatan. Di Bogor anak-anak ulat sutra ini dibesarkan sampai menjadi kepompong (kokon) selama masa pendewasaan ini anak ulat sutra dan ulat sutra dewasa memerlukan daun murbey sebagai makanan yang banyak tumbuh dan dibudidayakan di bogor ini.
”Setelah menjadi kokon barulah dapat dipanen untuk kemudian di bentuk menjadi benang sutra yang siap untuk ditenun menjadi kain sutra,” kata Arief, salah seorang anak yang ikut program life skill. Ditambahkannya, untuk menentukan kualitas kain sutra ditentukan oleh cocon yang ada dan dapat diuji dengan cara dibakar akan tercium seperti rambut terbakar.
Mengingat tidak semua kokon berhasil diolah menjadi kain sutra, karena kualitasnya rendah masih dapat diubah menjadi kertas sutra yang dapat bermanfaat untuk kain lap atau kebutuhan lain bagi kehidupan kita. RIS
redaksi Damandiri :




Komentar Terakhir